SAMBUTAN KETUA DKM MASJID AL-MUMIN PENUTUPAN SHOLAT TARAWEH
54 Pembaca

20-03-2026



 

SAMBUTAN KETUA DKM MASJID AL-MU'MIN
PENUTUPAN SHOLAT TARAWEH
Masjid Al-Mu’min, 30 Romadhan 1447 H 

 

بِسْــــــــــمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

Bismillah, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruh, wa na’udzu billaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi’ati a’maalinaa. Man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudhlil falaa haadiya lah.

Ashhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allahumma shalli ‘alaa Sayyidina Muhammad, wa ‘alaa aali Sayyidina Muhammad.
Jamaah Masjid Al Mu’min yang dimuliakan Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Malam ini adalah malam yang sangat istimewa. Malam dimana kita berada di penghujung bulan Ramadhan. Sebentar lagi Ramadhan akan meninggalkan kita. Bulan yang penuh rahmat. Bulan yang penuh ampunan. Bulan yang penuh keberkahan.
Dan kita tidak tahu… apakah tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan. Karena itu para ulama mengatakan: Ramadhan adalah tamu agung yang datang hanya sekali setahun. Dan orang yang beriman akan merasa sedih ketika Ramadhan pergi.

1. Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Syahru ramadhaana alladzii unzila fiihil qur’aanu hudal linnaasi wa bayyinaatim minal hudaa wal furqaan

Artinya : “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Karena itu selama Ramadhan kita kembali dekat dengan Al-Qur’an. Masjid menjadi penuh dengan suara tilawah.

Rumah-rumah dipenuhi bacaan Al-Qur’an. Pertanyaannya sekarang adalah: Setelah Ramadhan pergi, apakah Al-Qur’an masih akan kita baca?

2. Ramadhan melatih ketakwaan

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yaa ayyuhalladziina aamanuu kutiba ‘alaikumush shiyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina min qablikum la’allakum tattaquun

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan puasa bukan hanya menahan lapar dan haus. Tetapi puasa mendidik kita untuk menjadi orang yang bertakwa. Orang yang: menjaga lisannya, menjaga hatinya, menjaga perbuatannya.

3. Ramadhan adalah bulan ampunan

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Man shaama Ramadhaana iimaanan wahtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih

Artinya : “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa luasnya rahmat Allah di bulan ini. Tetapi Rasulullah juga memberi peringatan:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Celakalah seseorang yang mendapati Ramadhan tetapi tidak mendapatkan ampunan.” (HR. Tirmidzi)

4. Kisah para ulama dengan Ramadhan

Jamaah yang dimuliakan Allah, Para ulama dahulu sangat mencintai Ramadhan. Disebutkan bahwa para sahabat Nabi berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan. Dan setelah Ramadhan berlalu, mereka berdoa selama enam bulan lagi agar amal Ramadhan mereka diterima oleh Allah.

Lihatlah bagaimana mereka menghargai Ramadhan. Karena mereka tahu bahwa Ramadhan adalah kesempatan besar untuk mendapatkan ampunan Allah.

5. Tanda Ramadhan diterima
Para ulama mengatakan: Tanda diterimanya amal Ramadhan adalah ketika setelah Ramadhan seseorang menjadi lebih baik.

Jika setelah Ramadhan: shalat kita lebih rajin, hati kita lebih lembut, sedekah kita lebih banyak ,hubungan kita dengan Al-Qur’an lebih dekat ,maka itu adalah tanda bahwa Ramadhan kita diterima.

Mari kita menundukkan hati kepada Allah. Allahumma ya Allah, Ya Rahmaan, Ya Rahiim. Terimalah seluruh amal ibadah kami di bulan Ramadhan ini.

Ya Allah, terimalah puasa kami, shalat kami, sedekah kami, dan seluruh amal kebaikan yang telah kami lakukan. Ya Allah, ampuni dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa keluarga kami, dan dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendapatkan Lailatul Qadar.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang dibebaskan dari api neraka.
Ya Allah, pertemukanlah kami kembali dengan Ramadhan di tahun yang akan datang dalam keadaan sehat, iman yang kuat, dan penuh keberkahan.
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin

Jamaah Masjid Al Mu’min yang dirahmati Allah.

Sebentar lagi Ramadhan akan meninggalkan kita. Masjid yang selama sebulan penuh ramai dengan tarawih dan tilawah…mungkin akan kembali sepi.

Pertanyaannya bukan hanya: Apakah Ramadhan telah berlalu?
Tetapi pertanyaan yang lebih penting adalah: Apakah Ramadhan telah mengubah kita?

Semoga Ramadhan tahun ini menjadikan kita manusia yang lebih baik. Semoga Allah menerima amal ibadah kita. Dan semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan yang akan datang.

Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim.
Wabillaahi taufiq wal hidaayah.


Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

H. HANIBAL
Ketua DKM

DOKUMENTASI